Namun, laman The Verge menjelaskan bahwa satu pengujian saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa Remdesivir itu memang efektif melawan virus korona baru. Sebab, tidak dapat dipastikan apakah membaiknya pasien itu benar karena Remdesivir atau ada kondisi penunjang lainnya.
Remdesivir yang memiliki kode pengembangan GS-5734 itu adalah obat antivirus yang dikembangkan oleh Gailed Sciences. Obat ini dulu digunakan saat wabah Ebola dan Marburg menyerang.
Obat ini bekerja dengan memblokir aktivitas protein yang membantu virus korona membuat 'salinannya' sendiri. Kelompok-kelompok penelitian mengidentifikasi obat tersebut sebagai obat paling potensial dalam melawan virus korona baru setelah penggunaannya pada MERS dianggap sukses.
Rencana lanjutan yang akan dilakukan adalah Gailed Sciences akan meluncurkan uji klinis obat pada pasien virus korona baru pada 270 pasien di China-Japan Friendship Hospital di Beijing.
(Helmi Ade Saputra)