PERSEBARAN virus Korona Wuhan (corona virus/2019-nCov) yang masif membuat pemerintah China harus mengarantina provinsi Hubei, agar virus tersebut tidak merebak keluar. Bukan cuma kawasan, sebuah kapal pesiar juga harus dikarantina karena adanya virus korona.
Sebagaimana diwarta Foxnews, Rabu (5/2/2020) setidaknya ada 10 orang penumpang kapal pesiar yang berlabuh di Jepang, telah positif terjangkit virus korona China.
Pernyataan resmi bahwa setidaknya ada 10 orang penumpang kapal pesiar yang berlabuh di Jepang telah dites positif, terkena virus korona China ini, telah dikeluarkan langsung pada Rabu 4 Februari 2020 malam oleh Princess Cruises. Menjadikan kasus yang terkonfirmasi terjadi di luar wilayah China semakin bertambah.
Sebanyak lebih dari 5.000 penumpang di dua kapal pesiar tersebut, akhirnya diinstruksikan untuk menjalani karantina. Sejumlah 2.666 tamu dan 1045 awak kapal sekarang sudah menjalani masa karantina lebih dari satu hari dan kemungkinan akan terus menjalani masa karantina setidaknya selama 14 hari, seperti persyaratan dari Kementerian Kesehatan Jepang.
10 orang penumpang yang terinfeksi tersebut, satu orang berasal dari Amerika Serikat, dua orang dari Australia, tiga penumpang lainnya dari Jepang, ditambah tiga penumpang dari Hong Kong, dan satu orang awak kapal dari Filipina.
Pihak kapal pesiar Princess Cruises sendiri, telah mengeluarkan pernyataan bahwa saat ini semua tes kesehatan yang diberlakukan kepada para penumpang kapal dan semua awak kapal telah selesai dilakukan. Kesepuluh orang penumpang yang positif terjangkit juga sudah dibawa ke rumah sakit setempat.
“10 orang yang telah diberitahu ini, akan dibawa ke daratan dengan perahu Japanese Coast Guard dan diangkut ke rumah sakit setempat untuk dirawat oleh para petugas medis profesional Jepang,” bunyi pernyataan yang dirilis Princess Cruises.