"Saat ini mereka semua sudah mendapatkan sarana komunikasi yang diberikan oleh Perhimpunan Alumni Tiongkok Indonesia," terang Anung melalui telewicara di temu media di Kantor Kemenkes, Jakarta, Selasa (4/2/2020).
Anung melanjutkan, jadi sekarang bisa dikatakan bahwa WNI yang ada di kamp observasi Natuna sudah kembali bisa berkomunikasi, dengan ketetapan yang ada di dalam lokasi karantina.
Selain WiFi, alat musik juga sudah ditempatkan di sana untuk menjadi alat penghilang stres yang mungkin dialami WNI di sana. Alat musik ini juga yang sebelumnya telah dijanjikan Kemenkes untuk dapat tersedia untuk WNI.
Tidak hanya itu, Anung menambahkan, kebutuhan akan makanan ringan untuk WNI di sana pun sudah diberikan. "Sesuai dengan laporan yang diterima, kebutuhan mereka terpenuhi, salah satunya jajanan dalam bentuk snack yang memang dibutuhkan di sana," tambahnya.
(Helmi Ade Saputra)