Masyarakat Tionghoa tengah bersiap menghadapi Imlek yang akan jatuh pada Sabtu 25 Januari 2020. Salah satu hal yang rutin dilakukan masyarakat Tionghoa menjelang Imlek adalah menyiapkan pakaian baru untuk menyambut tahun baru dengan sukacita.
Meski bukan sesuatu yang wajib, namun sebagian besar masyarakat Tionghoa menilai bahwa pakaian yang baru akan memberikan hoki dan rejeki di tahun yang baru. Salah satu masyarakat Tionghoa yang masih menjalankan tradisi Imlek adalah Anthony.
Ia mengaku menjelang Imlek, selalu menyediakan pakaian baru yang akan dikenakan selama perayaan. Ia mengaku pakaian baru yang dibelinya untuk merayakan imlek tidak harus memiliki warna merah.
Namun pakaian dalam kondisi baru lah yang memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Tionghoa. Apa itu?
“Pakaian baru merupakan tanda semoga selama setahun ke depan seseorang selalu fresh. Untuk warna merah pada pakaian hanyalah opsional,” terang Anthony saat dihubungi Okezone melalui pesan singkat Whatsapp beberapa waktu lalu.
Tradisi turun-temurun
Ternyata tradisi memakai baju baru merupakan tradisi turun-temurun sejak zaman Dinasti Song. Awalnya dari para organisasi petani di sekitar sungai Kuning yang akhir tahun menerima gaji tahunan.
Dengan uang tersebut, mereka bisa memperbarui hidup. Biasanya ditunjukkan dengan memakai baju baru.
(Helmi Ade Saputra)