Pasalnya, bakteri antraks bisa bertahan mencapai 40-60 tahun. Jika dalam rentang waktu tersebut tanah untuk mengubur bangkai sapi terpapar antraks akan membentuk banyak spora antraks dan menular ke manusia.
Dari keterangan pemiliknya Ngadiyo, sapi yang mati tersebut tiga hari sebelumnya dibeli dari Pasar Hewan Siyono, Playen, Gunungkidul. ”Sapi kita beri pakan rumput kolonjono dan langsung mati mendadak dan kami laporkan ke dinas,” imbuhnya.
Dipping atau Pencelupan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, (DPP) Gunungkidul, Ir Bambang Wisnu Broto mengatakan, upaya pencegahan penyakit antraks akan terus dilakukan, selain melanjutkan program yang ada saat ini tengah menyusun anggaran vaksin ternak dan dipping (pencelupan) atau kolam dan penyemprotan desinfektan yang akan ditempatkan di dua pasar besar di Gunungkidul.
Kolam dipping tersebut nantinya akan dilengkapi shower untuk penyemprotan disinfektan saat mobil pengangkut hewan yang akan dijualbelikan saat akan masuk ke pasar.