Sebagian besar, sekitar 81%, diklaim oleh pencari, yang merupakan suatu hal yang unik. Banyaknya jumlah payung yang dipakai warga Jepang mendorong fenomena ini.
Mengetahui bahwa banyak orang akan lupa untuk mengklaim payung mereka, Satoshi, seorang mantan penduduk Suginami-ku, Tokyo, mengatakan ia akan "menipu" kantor Barang Hilang untuk memberinya payung jika dia kehujanan.
Satoshi menggambarkan jenis payung paling umum, yaitu payung plastik bening yang dijual di setiap toko seharga 500 yen (Rp 62 ribu).
Karena ada begitu banyak payung tergeletak di konter Barang Hilang, Satoshi selalu mendapatkan payung gratis.
Maka, mungkin kejujuran tidak selalu dikedepankan. Faktanya, Jepang memiliki sejarah yang rumit dengan kejujuran, kata Behrens. Demikian sebagaimana dikutip BBC Indonesia.
(Dinno Baskoro)