Selain itu, dia pun mengimbau kepada petugas di lapangan untuk lebih waspada terhadap keluar masuknya ternak sapi ke Klaten. Masyarakat juga diimbau untuk berhati-hati terutama jika mengetahui ada ternak sapi mati mendadak segera melapor ke desa atau petugas kesehatan hewan.
"Misalnya ada sapi mati mendadak dengan gejala antraks harus segera dimasukkan ke lubang lalu dibakar kemudian ditaburi gamping dan ditimbun tanah. Jangan dimasak jangan dikonsumsi," ujarnya.
Pengelola Kegiatan Ternak Besar Kecil Unggas (PKTBKU) Pasar Hewan Prambanan, Margito, menambahkan, populasi lalu lintas ternak sapi di Pasar Hewan Prambanan ada penurunan dalam beberapa hari terakhir dari 200 ekor kini hanya 150 ekor. Penurunan akibat dampak adamya pembatasan lalu lintas ternak seperti daerah endemis antraks di Gunung Kidul.