Kemudian gunakanlah alat pelindung diri seperti sepatu boots dan sarung tangan bila melakukan kontak dengan hewan sakit atau mati. Jangan lupa mencuci tangan setelah memegang hewan ternak sakit atau mengolah bahan hewan.
"Yang paling penting, tidak mengonsumsi bahan makanan asal hewan yang sakit, tidak menyembelih hewan ternak sakit, tidak membuang sembarangan bahan asal hewan ternak yang sakit atau mati," tegasnya.
Bila menemukan hewan ternak yang mati karena sakit, segera kubur bangkai hewan itu dan berikan tanda khusus pada kuburannya. Selain itu, jangan sekali-kali menggali kuburan hewan mati akibat antraks.
"Warga juga bisa menggunakan desinfektan pada kandang dan halaman bekas hewan terjangkit antraks. Terakhir, harus dilakukan pengawasan pada tempat penjualan ternak atau pasar hewan, serta pengawasan sumber air yang terkontaminasi hewan antraks," tandasnya.
(Helmi Ade Saputra)