Dirinya menjelaskan, teori Kübler-Ross mengungkapkan ada lima fase yang perlu dilewatkan saat seseorang merasa kehilangan. Fase pertama adalah denial atau penolakan. Selanjutnya anger atau marah, bargaining atau berkompromi, depression atau depresi, dan fase terakhir adalah acceptance atau penerimaan.
“Nah, setiap orang beda-beda proses dan durasinya di masing-masing fase. Ada yang memang sampai akhir hayatnya masih di fase denial karena anak meninggal. Contohnya masih berasa anaknya seperti masih ada tapi lagi ke luar kota,” kata Arrundina.
Pada tahapan fase kehilangan tersebut, yang terpengaruh bukan hanya kondisi psikis tetapi juga kondisi fisik. Dikatakan Arrundina, kondisi fisik dan psikis tidak bisa dipisahkan. Saat mengalami sakit sekecil apapun, pasti akan berpengaruh ke psikis, begitupun sebaliknya.