Antraks gastrointestinal
Antraks ini biasanya berasal dari makan daging mentah atau setengah matang dari hewan yang terinfeksi. Antraks gastrointestinal biasa juga disebut dengan antraks saluran cerna dan gejalanya seperti sakit perut bahkan terjadi pembengkakan.
Kemudian, gejala lainnya adalah diare, demam tinggi, wajah dan mata memerah, sakit kepala, kehilangan selera makan, mual dan muntah, sakit tenggorokan sampai sulit menelan, terjadi pembengkakan kelenjar di area leher, hingga pasien mudah pingsan.
Antraks jenis ini bisa menyebabkan kematian jika pasien sama sekali tidak melakukan pengobatan atau perawatan intensif di rumah sakit. Namun, jika pasien segera mendapatkan tindakan medis, kesembuhannya meningkat sekitar 60 persen.
Antraks inhalasi
Antraks yang biasa disebut juga antraks pernapasan ini dikatakan paling mematikan. Sebab, ketika pasien tidak melakukan pengobatan, 90 persen diprediksi akan meninggal dunia.
Antraks inhalasi punya gejala yang khas juga, yaitu rasa tidak nyaman di dada, batuk darah, mual dan muntah, rasa sakit saat menelan, dan mengalami flu. Seiring perkembangan penyakit, pasien akan mengalami kondisi lanjutan seperti kesulitan bernapas meningitis, dan kejang.