Selain tempat produksinya berada di pabrik pakaian mewah, tas tersebut juga dijahit dari benang Epic EcoVerde yang terbuat dari serat polyester yang sudah didaur ulang.
Menurut Johnny Coca, creative director dari Mulberry, dapat terciptanya Portobello karena inspirasi dari kantong plastik yang sehari-hari digunakan untuk berbelanja dan akan langsung dibuang setelah dipakai.
Maka dari itu, Mulberry mencoba untuk membuat sebuah tas yang dapat digunakan berkali-kali dan bisa tahan lama. Selain itu, Coca menambahkan, Portobello tetap mempertahankan keindahan yang dimilikinya dan dibuat menjadi tote elegan yang praktis digunakan, meskipun terbuat dari daur ulang kulit gandum.