Di tempat ini, Aditya ditangani oleh seorang ahli pengobatan alternatif hasil rekomendasi ayah kandungnya sendiri. Namun sayang, cedera yang ia alami justru semakin bertambah parah.
"Hari pertama di sana langsung diobatin. Tapi keesokan harinya, tiba-tiba kaki saya hancur. Dagingnya jadi kayak bubur, ngelupas dari tulang. Jadi hanya tersisa tulang saja di area betis sampai mata kaki," ujar Aditya.
"Saya ingat betul dikasih obat-obatan tradisional, kata pak hajinya hanya biar bisa tumbuh lagi. Tapi malah semakin memburuk," tambahnya.
(Foto : @adityarms/Instagram)
Ia pun kembali diboyong ke rumah sakit Hasan Sadikin. Namun setelah diperiksa, tulang di kaki kanannya sudah tidak aktif lagi, sehingga pihak dokter tidak berani melakukan tindakan selain amputasi.
"Jalan terakhir harus diamputasi, dari situ saya belum siap. Pulang dulu ke rumah. Ngehabisin waktu sekitar setahun. Selama itu pula saya hanya rebahan di kamar sembari meminta petunjuk kepada Allah SWT. Saya sampai salat istikharah, dari situ hati kecil saya seolah setuju kaki saya harus diamputasi," bebernya.