Beredar Luas di Masyarakat, Ini Mitos Seputar HIV/AIDS yang Paling Ditakuti

Pradita Ananda, Jurnalis
Sabtu 30 November 2019 07:00 WIB
Mitos seputar HIV (Foto: Dailymail)
Share :

5. Gejala HIV mudah dilihat

Sejatinya ini mitos belaka, faktanya gejala HIV itu berbeda-beda di setiap orang. Bahkan ada juga beberapa orang yang tak menunjukkan gejala sama sekali. Sebagai catatan, untuk orang-orang yang hidup dengan HIV, apabila menjalani pengobatan yang efektif, secara tampilan mereka sama sehatnya dengan orang lain pada umumnya.

6. HIV adalah penyakit homoseksual

Meskipun pria yang berhubungan seks dengan pria dikatakan sebagai populasi yang paling berisiko. Nyatanya penularan HIV melalui hubungan seksual heteroseksual justru jadi jadi hal yang paling umum.

Secara fakta, hingga 80persen penularan HIV itu terjadi melalui hubungan seks heteroseksual (berbeda jenis kelamin) tetapi HIV tertular jauh lebih mudah melalui seks anal karena anus rentan terhadap luka dan pendarahan, yang meningkatkan risiko infeksi. Meski pria yang berhubungan seks dengan pria dan heteroseksual yang melakukan hubungan seks anal tanpa kondom sangat rentan terkena, tapi fakta berbicara perempuan lebih mudah tertular HIV daripada pria loh!

Seorang wanita memiliki kemungkinan satu dari 200 untuk tertular HIV dari pertemuan heteroseksual seksual tunggal. Sebab semen, yang memiliki konsentrasi HIV tinggi ada di dalam rahim wanita dan bisa tinggal di sana selama setidaknya tiga hari, meningkatkan kemungkinan infeksi.

Ditambah selaput lendir di daerah di mana penis memasuki tubuh wanita memiliki banyak sel CD4, yang dikaitkan dengan HIV, lagi-lagi membuat perempuan lebih mungkin untuk tertular virus dibanding pria yang memiliki peluan satu dari 700. Demikian seperti diwarta Aidsorg, Sabtu (30/11/2019).

(Dinno Baskoro)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya