Tidak hanya itu, pada koleksi pria, styling yang diperlihatkan ialah penggunaan celana pendek yang dikombinasikan dengan kemeja batik klasik dengan warna earth tone yang menyejukan.
Kemudian, pada babak kedua puluhan pasang mata dimanjakan motif Keraton dengan palet khas yang sangat klasik. Cokelat menjadi warna yang mendominasi pada babak kali ini.
Jika diperhatikan lebih detil, pada babak 'Ajeg Jejer' ini suasana sakral cukup terasa. Ini bisa terjadi karena busana yang ditampilkan merupakan manifestasi dari perjalanan Iwan Tirta mempelajari batik selama puluhan tahun di balik tembok Keraton Jawa. Motif yang ditonjolkan dalam babak kedua ini antara lain Parang, Mangkuto, dan Gurdo.
Pagelaran 'Mataguru' pun mencapai babak akhir, 'Ajeg Sabrang'. Dalam babak ini, koleksi busana dipenuhi motif akulturasi yang terpengaruh budaya Eropa dan China. Makanya, Anda akan lihat warna vibrant, kerah cheongsam khas China, dan beberapa koleksi dengan motif modern.