Tak Bisa Sembuh, Penyakit Paru Obstruktif Kronis Intai Perokok di Usia 40 Tahun

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Rabu 27 November 2019 08:00 WIB
Ilustrasi (Foto : Shutterstock)
Share :

Burden of Obstructive Disease (BOLD) mencatat ada 384 juta kasus Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) di seluruh dunia pada 2010. Penyakit yang mirip dengan asma ini cukup berbahaya dan bisa menyebabkan kematian apabila tidak ditanggulangi dengan baik.

Penyakit Paru Obstruktif Kronis sendiri merupakan penyakit yang cenderung menimpa generasi tua dan para perokok berat. Biasanya mulai dirasakan pada masyarakat di usia 40 tahun ke atas karena kinerja dan fungsi paru (Faal Paru) terus menurun seiring dengan pertambahan usia.

Spesialis Paru, Prof. Dr. dr. Faisal Yunus, Sp.P(K) FCCP mengatakan penurunan fungsi paru-paru pada manusia memang tidak bisa dihindari. Hanya saja bagi penderita PPOK, kondisi faal paru akan menurun secara drastis dan akan memengaruhi usia seseorang.

“PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) itu sifatnya permanen, tidak bisa disembuhkan. Tugas dokter adalah menjaga supaya penurunan faal paru pasien tidak menurun drastis yang berujung pada kecacatan dan kematian lebih cepat,” terang Prof. Faisal, saat dijumpai Okezone di Rumah Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Jakarta Timur, Selasa 26 November 2019.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya