BANYAK tanda-tanda bahwa bumi tengah memasuki masalah lingkungan yang cukup pelik. Salahs satunya adalah populasi lebah madu di bumi yang mulai hilang.
Oleh karena itu, diperlukan cara melestarikan dan menjaga dengan aman keberadaan lebah madu, yang merupakan penjaga dan pelindung keanekaragaman hayati. Pasalnya, melalui penyerbukan lebah madu berkontribusi pada pemeliharaan dan reproduksi ekosistem.
Situasi mengerikan ini pada akhirnya dapat mempengaruhi tidak hanya kita tetapi juga anak-anak kita serta generasi masa depan.
Sebagai rasa peduli terhadap kondisi ini, pada tahun 2018 terbentuklah sebuah yayasan non-profit yang berdomisili di Bali bernama ‘Kompetisi Bunga Internasional & Eksistensi Lebah’ atau kerap disebut ‘International Flower Competition’.
Adapun tujuan kompetisi ini adalah untuk menciptakan kemewahan bagi kehidupan masyarakat sambil memperbaiki lingkungan agar terlihat lebih indah dan terawat, serta menjaga kelestarian dari eksistensi lebah madu. Kompetisi ini merupakan kompetisi berkelanjutan yang diadakan setiap tahun.
Nah, tepat hari ini, Kamis 14 November dengan dihelatnya Konferensi Pers International Flower Competition 2020 yang bertujuan untuk mengumumkan ke khalayak ramai mengenai pembukaan pendaftaran peserta, konsep dan sekilas persyaratan utama dalam mengikuti kompetisi ini.