Lebih lanjut, ia menambahkan, teamwork atau kerjasama peserta juga menjadi salah satu poin terpenting. Meski area lomba dipenuhi ratusan pengunjung, Chef Juna ternyata memperhatikan setiap gerak gerik peserta dengan sangat teliti.
"Masing-masing kelompok itu kan berisi 3-4 orang. Saya lihat, anggota-anggotanya pada kerja semua atau hanya sekadar tunjuk-tunjuk saja. Kekompakan mereka juga dinilai. Tadi saya lihat, ibu-ibunya sangat bersemangat. Bahkan ada yang sampai mengenakan outfit dengan warna senada. Kompak banget!," jelas Juna.
"Terakhir yang kami nilai adalah kebersihan. Bagaimana mereka menata bahan-bahan makanan dengan cepat, cantik, tapi kebersihannya juga harus terjaga," timpalnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Chef Fani. Ia mengaku hanya menilai tiga poin di atas, mengingat waktu kompetisi yang sangat terbatas.
Dalam arti lain, Fani dan Juna tidak menilai rasa makanan. "Aku sih lebih melihat kebersihan, kreatifitas dan kekompakan. Kreatif bukan sekadar ditata saja, tapi mereka harus bisa mengkreasikan bahan-bahan menjadi lebih menarik," katanya.