Saat ini prevalensi stroke di Asia Tenggara diperkirakan mencapai 14,6 persen dan menyumbang sebanyak 4,5 juta dari 30,7 juta kasus stroke di dunia. Selain itu stroke juga menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia dengan tingkat disabilitas yang tinggi mencapai 65%.
“Penanganan pasien stroke penting dilakukan sesegera mungkin. Dengan mengikuti standar terbaik di pusat-pusat khusus penanganan stroke, pasien dapat memiliki peluang yang lebih baik untuk bertahan hidup dan menjalani kehidupannya tanpa disabilitas,” tutupnya.
(Helmi Ade Saputra)