Jadi, bisa diterangkan, konsep video mapping yang bakal dipertunjukan mengangkat tema Sumpah Pemuda yang mana kreator dari video mapping ada ada enam orang sekaligus.
Ya, mereka itu antara lain Fani C. Putra, Gilang Kusuma, Ismoyo Adhi, Kevin Rajabuan, Yohanes Catur, dan Raphael Donny. Keenam orang ini mencipta sebuah karya yang akhirnya dipersatukan menjadi atraksi video mapping yang hari ini sudah bisa disaksikan di Gereja Katedral Jakarta.
"Kesulitannya ialah tidak banyak dokumen yang menjelaskan tengtang kongres sumpah pemuda sehingga kita mesti ngulik dalam sekali hingga akhirnya semua selesai selama satu bulan ini," paparnya.
Tema yang ditampilkan dalam video mapping di Gereja Katedral Jakarta menurut Raphael Donny ialah 'Hai Pemuda Pemudi Indonesia'. Pertunjukan teatrikal cahaya digital ini didukung juga oleh beberapa pihak.
Mereka ialah penulis naskah adalah Gunawan Maryanto, pengisi suara adalah M. Nur Qomaruddin, penata musiknya Yennu Ariendra, ilustrasi digitalnya hasil karya Dhanank Pambayun, dengan lagu pengiringnya berjudul 'Bangun Pemudi Pemuda' karya Alfred Simanjuntak yang diaransemen oleh Addie MS.
Ada cerita seru antara Jogjakarta Video Mapping Project (JMVP) dengan Addie MS. Menurut Raphael, dirinya meminta langsung rekaman aranseman lagu itu ke si pemiliknya yaitu Addie MS.
"Kebetulan aku dekat dengan beliau (Addie MS) dan rasanya kurang afdol jika tidak menggunakan rekaman original dan kami bersyukur Addie MS memberikannya pada kami secara langsung. Jadi, musik yang dimainkan itu adalah musik asli yang direkam langsung Addie MS, bukan hasil ambil di internet," ungkap Raphael.