Cut Putri mengatakan Papua memiliki risiko stroke paling kecil sementara Kalimantan paling tinggi, semuanya karena pola makan yang berbeda. Sementara di jakarta menempati urutan 12,2 per mil yang posisinya masih di atas batas nasional.
“Faktor konsumsi makanan mengambil peranan penting dalam penyakit stroke. Konsumsi makanan manis, asin, berlemak dan aktivitas fisik yang tidak baik menyebabkan tingginya angka penyakit stroke,” tutupnya.
(Helmi Ade Saputra)