Selain itu, sistem penempatan dokter bisa dibilang berpengaruh bagi kenyamanan, baik secara teknis maupun ketenangan emosional para pasien jantung yang menjalani pengobatan jarak jauh. Karena mereka harus bolak-balik dari Jakarta ke Malaysia lalu kembali ke Jakarta lagi.
“Di sini kami punya 80 dokter spesialis yang praktek di sini. Mereka tidak buka praktek di tempat lain sehingga fokus dan hampir setiap hari di sini. Kalau di Indonesia, satu dokter bisa praktek di berbeda-berbeda beberapa rumah sakit, di klinik juga dan tempat lain juga,” tukas Ronald.
(Helmi Ade Saputra)