Batu Kursi di Cirebon, Tempat Praktik Mistis Incar Kursi Kepala Desa

Fathnur Rohman, Jurnalis
Kamis 10 Oktober 2019 14:31 WIB
Batu Kursi di Cirebon (Foto: Fathnur Rohman/Okezone)
Share :

Bukan hal yang aneh jika praktik mistis sangat mudah dijumpai menjelang Pemilihan Kepala Desa atau Kuwu di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Bahkan bisa dikatakan cara-cara seperti ini tidak kalah eksis dengan praktik politik uang (money politik).

Biasanya praktik mistis ini akan dilakuan oleh para calon Kuwu agar bisa menang mudah dalam pemilihan. Dukun atau paranormal yang dianggap sakti pun, terkadang kebanjiran orderan saat musim Pemilihan Kuwu seperti sekarang.

 

Tidak hanya menyewa jasa dukun dan paranormal, para calon Kuwu juga sering mendatangi tempat-tempat keramat. Kebanyakan dari mereka beranggapan dengan berkunjung ke tempat tersebut, maka kekuatan magis yang ada di sana akan bisa memudahkan mereka ketika memperebutkan kursi nomor satu di desanya.

Salah satu tempat yang dianggap memiliki kekuatan magis, serta bisa membawa "barokah" kepada calon Kuwu adalah "Batu Kursi". Keberadan batu tersebut awalnya tidak begitu jelas diketahui. Namun, setelah dilakukan penulusuran, lokasi Batu Kursi diketahui berada di Desa Greged, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Batu Kursi sendiri lokasinya berada di dalam perkebunan warga. Menurut penuturan salah seorang warga bernama Uyi, kabarnya jika ada seseorang yang datang ke Batu Kursi dan duduk di atasnya, maka keinginan dari orang tersebut akan terkabul.

Disampaikan Uyi, ada beberapa cerita tentang orang-orang yang datang ke Batu Kursi dan duduk di atasnya. Kebanyakan dari mereka adalah calon Kuwu. Setelah duduk di atas Batu Kursi, secara ajaib para calon Kuwu tersebut menang dalam pemilihan.

"Ada beberapa Kuwu yang jadi setelah duduk di atasnya. Saya tidak tahu bagaimana detailnya," ungkapnya kepada Okezone, Rabu, 9 Oktober 2019.

Masih menurut Uyi, biasanya orang yang datang ke Batu Kursi akan membawa sebuah sesajen yakni sate, serabi, serta sebatang rokok. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti sejak kapan Batu Kursi ada.

"Ini di sini terlihat ada sate, serabi sama rokok. Biasa memang orang-orang datang ke sini membawa itu, " tambahnya.

Proses ritual duduk di atas Batu Kursi

 

Salah seorang tokoh masyarakat bernama Edi menyampaikan, biasanya orang-orang yang datang ke Batu Kursi akan meminta izin kepada warga terlebih dahulu. Kemudian setelah mendapat izin, mereka akan melakukan tahlil (memanjatkan doa-doa).

"Mereka biasanya izin dulu. Setelah itu mereka tahlil di Batu Kursi," ujar Edi.

Selanjutnya, setelah melakukan tahlil, orang tersebut nantinya akan langsung duduk di atas Batu Kursi dengan meletakkan sesajen yang sudah dibawa. Namun Edi secara tegas mengatakan, apabila orang itu meminta kekayaan dan sebagainya, maka permintaannya tidak akan dikabulkan.

"Jadi intinya mencari barokah saja. Mereka hanya bisa meminta mendapatkan posisi sebagai pemimpin saja. Selain itu permintaannya tidak akan terwujud," ucap dia.

Edi menyebut, kalau Batu Kursi diduga merupakan petilasan yang digunakan oleh para wali untuk berdiskusi atau rapat. Akan tetapi, itu baru dugaannya semata.

Sedangkan berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Okezone, diketahui batu dengan titik koordinat 06° 49’ 53,2” Lintang Selatan, dan 108° 33’ 50,4” Bujur Timur tersebut, pernah diteliti oleh para ahli arkeologi pada tahun 2011 dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Badan Pengembangan Sumber Daya Balai Arkeologi Bandung.

 

Penelitian tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Drs. Lutfi Yondri M. Hum dan enam anggota peneliti arkeologi lainnya dari Bandung. Menurut hasil penelitian itu, Batu Kursi berasal dari bongkahan batu andesit yang diperkirakan dipahat sebagian agar mendapatkan bidang datar dan bidang senderan. Akan tetapi, masih sedikit informasi yang bisa diambil tentang batu ini.

(Utami Evi Riyani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya