Lebih lanjut, Bona menjelaskan, batu ambar sendiri memang terbilang langka karena ia terbentuk melalui proses pembekuan yang terjadi di dalam tubuh ikan paus. Tak pelak pada zaman dahulu, batu tersebut dibanderol dengan harga fantastis, bahkan bisa sampai miliaran rupiah.
Menurut penelitian, sejak abad ke-13 hingga saat ini, secara geografis Indonesia memang menjadi jalur lintasan ikan paus sebelum akhirnya mereka berlabuh di Kutub Utara. Sebelum melintas di perairan Nusantara, paus biasanya akan 'kawin' di daerah selatan yakni, Selandia Baru.
Di Indonesia sendiri, mereka akan menetap cukup lama untuk mencari makanan, berupa plankton dan ikan-ikan kecil lainnya.
"Plankton itu banyak di perairan kita. Nah, kalau dari pengalaman saya, paus-paus itu akan menetap lama di perairan Indonesia sepanjang bulan April - November," ungkap Bona.