"Asap tembakau adalah salah satu agen lingkungan paling berbahaya yang secara rutin terpapar pada manusia. Tetapi potensi asap vape sebagai ancaman terhadap kesehatan manusia belum sepenuhnya dipahami. Hasil penelitian kami pada tikus tidak bermaksud untuk menyamakan dengan penyakit manusia, namun memperingatkan agar asap vape dipelajari lebih teliti sebelum dianggap aman atau dipasarkan," jelas Prof Tang seperti yang Okezone kutip dari Mirror, Rabu (9/10/2019).
Prof Tang menambahkan, penelitian barunya menunjukkan semua sel mamalia mengandung ion yang bereaksi langsung dengan nikotin untuk membentuk NNK. Proses ini terjadi di dalam sel sehingga saat uji coba keamanan vape melalui tes darah, risiko kanker tidak ditemukan.