Lupakan Pasta Gigi, Begini Cara Atasi Terkena Gas Air Mata

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Jum'at 27 September 2019 17:15 WIB
Ilustrasi gas air mata (Foto: Okezone)
Share :

Demonstrasi yang dilakukan para mahasiswa dari seluruh daerah di Indonesia dalam menolak RUU KUHP baru, memang sedang banyak diperbincangkan.

Tentunya aksi demonstrasi kerap berujung anarkisme yang menyebabkan aparat turun langsung ke lapangan untuk mengamankan situasi. Tak jarang gas air mata menjadi senjata utama untuk menghalau para demonstran yang sudah mulai anarkis.

 

Seperti diketahui gas air mata merupakan salah satu senjata andalan aparat penegak hukum. Mereka tak sungkan melepas beberapa tabung gas air mata untuk membubarkan massa. Di sisi lain para demonstran juga memiliki cara tersendiri untuk mengatasi serangan gas air mata yang diluncurkan petugas salah satunya adalah menggunakan pasta gigi.

Tak jarang beberapa pendemo biasanya membawa pasta gigi dan mengolesinya pada bagian bawah kelopak mata. Tujuannya adalah untuk menangkal perih pada mata saat gas air mata mulai menyebar. Namun efektifkah cara tersebut?

 

Ketua Seksi Bidang Pemberantasan Kebutaan (SBPK) Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), dr. Umar Mardianto SpM (K) menjelaskan bahwa penggunaan pasta gigi tidak efektif untuk menangkal gas air mata pada saat demonstrasi. Cara satu-satunya yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari zat aktif berbahaya agar tidak bersentuhan dengan wajah.

“Pasta gigi tidak efektif untuk menangkal gas air mata. Cara menangkal yang tepat adalah mencegah zat aktif dalam gas air mata kontak dengan lapisan mukosa pada bagian muka (mata, hidung dan mulut),” terang dr. Umar, saat dihubungi Okezone melalui pesan singkat, Jumat (27/9/2019).

Dokter Umar membagikan beberapa tips yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang kebetulan melintasi lokasi demo apabila tidak sengaja terkena gas air mata. Salah satunya adalah segera membersihkan mata dengan membilasnya menggunakan air bersih. Semakin cepat penanganan maka penyembuhannya pun akan semakin cepat.

“Bila terlanjur kontak, maka diperlakukan seperti trauma kimia. Yaitu dengan membilas zat aktif tersebut dengan air bersih yang tidak mengandung soda secepat dan sebanyak mungkin sebelum orang tersebut dibawa ke IGD terdekat yang ada tenaga medis terlatih untuk kasus trauma kimia,” sambungnya.

Lebih lanjut efek keparahan seseorang yang terkena gas air mata tergantung pada kondisi kesehatan mata yang mereka miliki. Selain itu lamanya kontak dengan zat aktif yang terkandung dalam gas air mata juga turut menentukan tingkat keparahan yang dialami seseorang.

“Tergantung kondisi mata orang yang terkena zat aktif sedang baik atau tidak dan sangat sensitif dengan zat tersebut atau tidak. Terakhir adalah lama kontak dengan zat aktif tersebut sebelum mendapat pertolongan sementara/definitive. Bila seseorang matanya sedang ada masalah, sensitif dan kontaknya lama maka efeknya bisa parah. Sebaliknya jika mata sedang dalam kondisi baik maka prognosisnya cukup baik,” tuntasnya.

(Utami Evi Riyani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya