4. Tugu Pahlawan
Menjulang setinggi 41 meter (45 yard). Di bagian tubuhnya, terdapat 10 lengkungan. Lengkungan itu terdiri dari 11 ruas. Itulah Tugu Pahlawan. Jika angka-angka tadi digabung akan membentuk tanggal 10-11-’45. Itu adalah saat pertempuran pecah di Surabaya, saat arek-arek Suroboyo melawan penjajah. Untuk mengenang peristiwa tersebut, dibangunlah Tugu Pahlawan.
Bentuk dari Tugu Pahlawan adalah paku terbalik. Kenapa? Tajamnya paku adalah simbol agar penjajah tidak berkenan lagi menginjakkan kaki di Surabaya. Tugu Pahlawan diresmikan pada 1952 oleh Presiden Soekarno. Di dekat Tugu Pahlawan ada bangunan menyerupai piramida. Saat masuk ke dalamnya, Anda akan tahu bahwa piramida tersebut sebenarnya adalah museum yang menyimpan beragam koleksi tentang sejarah Surabaya, termasuk rekaman asli suara Bung Tomo kala menyemangati arek-arek Suroboyo berjuang mengusir penjajah.
Surabaya adalah kota pahlawan dan 10 November diperingati sebagai hari pahlawan. Biasanya, pada peringatan hari pahlawan, di area Tugu Pahlawan sering diselenggarakan drama tentang kisah perjuangan arek-arek Suroboyo. Lokasi Tugu Pahlawan tepat di seberang patung Parasamya Purnakarya Nugraha. Jadi, saat melintas di depan kantor Gubernur Jawa Timur, Anda akan melihat dua landmark Surabaya sekaligus.
5. Suro dan Boyo
Patung ini sangat ikonik. Seperti namanya, patung ini terdiri dari ikan suro dan boyo (buaya). Dua binatang itu adalah ikon Kota Surabaya. Nama Surabaya diambil dari keduanya, yakni ikan sura dan baya (buaya). Di mana lokasi patung sura dan boyo? Kebanyakan dari Anda mungkin akan menjawab di depan kebun binatang Surabaya alias KBS alias bonbin. Jawaban itu enggak salah karena memang salah satu patung suro dan boyo ada di sana. Salah satu? Ya, Surabaya punya tiga patung suro dan boyo dan yang terbaru ada di kawasan Pantai Kenjeran.
Patung suro dan boyo terbaru ini tinggi banget, lho. Mau tahu berapa tingginya? 25,6 meter! Peresmiannya pada 29 Mei 2019, 2 hari sebelum HUT Surabaya. Jadi kado yang istimewa banget, ya. Patung tersebut berada di kompleks Taman Suroboyo seluas 11.900 m2. Ke depannya, akan dibangun wahana kereta gantung di situ. Wihh, asyik banget!
I Wayan Inten, seniman asal Pulau Dewata yang merancang patung Suro dan Boyo terbaru. Ia mengerjakannya selama 3 bulan. Patung hasil karya I Wayan Inten tersebut merupakan patung suro dan boyo terbesar dibandingkan dua patung suro dan boyo lainnya yang terletak di depan Bonbin dan di Sungai Kalimas.