TABANAN - Kehadiran Patung Dewi Sri menjadi daya tarik tersendiri dalam gelaran Festival Jatiluwih 2019. Patung tersebut terletak di tengah objek wisata atau center point Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih. Latar belakang terasering sawah yang eksotis membuat patung semakin indah dipandang.
Banyak pengunjung Festival Jatiluwih 2019 yang menyempatkan waktu untuk berfoto di Patung Dewi Sri sebelum atau sesudah mengunjungi tempat berlangsungnya acara. Patung yang terbuat dari sekira 500 batang bambu itu memang memiliki keunikan tersendiri yang memikat wisatawan. Terlebih patung tersebut sempat viral di media sosial.
Sekadar informasi, Patung Dewi Sri merupakan karya seniman Bali yang terkenal, I Gusti Ngurah Udianata. Patung yang dikerjakan dalam kurun waktu 1,5 bulan itu memang sengaja dibuat dalam rangka Festival Jatiluwih 2019. Patung menjadi bentuk ungkapan rasa syukur dan terima kasih terhadap Dewi Sri yang dipercaya sebagai dewi kemakmuran, dewi kesuburan, dan dewi kesejahteraan.
Pada gelaran Festival Jatiluwih 2019, ada dua macam keindahan Patung Dewi Sri yang dapat dilihat oleh pengunjung. Di siang hari, pengunjung dapat melihat secara jelas kemegahan patung setinggi 5 meter dengan lebar mencapai sekira 6 meter itu. Pengunjung juga bisa melihat anyaman bambu yang terakit sangat indah pada patung.
Keindahan Patung Dewi Sri selanjutnya dapat dilihat di malam hari. Di tengah persawahan yang minim pencahayaan, patung semakin terlihat eksotis karena ada pendar cahaya yang menyinarinya. Cahaya tersebut berasal dari lampu sorot di sekitar patung. Kurang lebih ada memiliki 3 warna lampu yang menyinari patung yaitu merah, hijau, dan biru. Namun cahaya patung di malam hari hanya ada di Festival Jatiluwih 2019.
Sementara itu, menurut Manajer Operasional DTW Jatiluwih yang juga Ketua Umum Festival Jatiluwih 2019, I Nengah Sutirtayasa, kehadiran Patung Dewi Sri meningkatkan kunjungan wisatawan, terutama wisatawan domestik.