"Jadi, kalau dibedong sampai si bayi nggak bisa bergerak, itu bisa bikin panggulnya berputar ke belakang, malah ada kasus yang tulang panggulnya keluar," ungkapnya belum lama ini.
Dokter Patar melanjutkan, fakta tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan. Kasus semacam ini banyak dialami keluarga di Asia, Indian, hingga Amerika.
Sementara itu, jika Anda tak bisa sepertinya untuk meninggalkan tradisi bedong, maka yang bisa dilakukan adalah mengubah teknik bedongnya. Jadi, tidak sampai membuat kaki si bayi diam dan kaku, melainkan beri kelonggaran saat membedong. "Kalau saya bilangnya ngebungkus, nggak sampe ngiket kayak lemper," sambung dr Patar.
Kelonggaran yang bisa menjadi acuan adalah memastikan kaki si bayi tetap bisa ngangkang. Kalau kondisi semacam ini, disarankan juga oleh dokter tulang. Jadi, bedong bukan sebagai upaya membentuk tubuh bayi, melainkan hanya membuat hangat tubuh bayi.