Pangeran Harry baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-35 pada hari Minggu kemarin. Layaknya anggota keluarga Kerajaan Inggris yang lain, sebuah pesta ulang tahun sudah dipersiapkan untuknya pada akhir pekan ini. Akan tetapi, Duke of Sussex menunda perayaan tersebut.
Pangeran Harry lebih memilih menggunakan waktu di akhir pekannya untuk memberikan pesan dukungan kepada Gareth Thomas. Pemain rugby Welsh yang sudah pensiun itu baru-baru ini mengungkapkan jika dirinya positif HIV.
Lewat sebuah video yang diunggah ke Twitter, Gareth mengatakan walaupun merasa sangat rentan dengan penyakitnya, ia ingin mendidik dan mematahkan stigma tentang masalah HIV.
Keinginan itu didukung oleh Pangeran Harry. Dalam sebuah unggahan di Instagram, suami Meghan Markle itu mengatakan Gareth adalah legenda. Dengan membagikan kisah positif HIV dan berusaha mematahkan stigma, itu menunjukkan dia tetap kuat dan tangguh.
Menurut sang pangeran, keberanian mantan atlet itu untuk mengatakan kejujuran harus diapresiasi dan mendapat dukungan.
Dukungan yang diberikan Pangeran Harry kepada Gareth adalah langkah terbaru pihak Kerajaan Inggris untuk mematahkan stigma negatif dan hal-hal tabu tentang HIV. Langkah ini pada awalnya diprakarsai oleh Putri Diana pada tahun 1987.
Ketika itu di Inggris masih banyak masyarakat yang takut bersentuhan dengan penyandang HIV/AIDS karena tak ingin tertular. Mereka melakukan semua itu karena minimnya informasi dan pengetahuan.
Lalu Putri Diana mencoba memberikan informasi lewat cara melakukan kontak dengan korban AIDS. Dirinya duduk dan berjabatan tangan dengan penyandang HIV di Rumah Sakit Middlesex.
Tanpa menggunakan sarung tangan, Putri Diana ingin mengirimkan pesan jika virus HIV tidak dapat disebarkan melalui kontak biasa. Kemudian ia juga menjadi pelindung National AIDS Trust pada tahun 1991.
"HIV tidak membuat orang berbahaya karena mengetahuinya. Anda bisa bersalaman dengan mereka dan memberikan mereka pelukan. Surga tahu mereka membutuhkan itu. Selain itu, Anda bisa berbagi rumah dengan mereka, tempat kerja, dan tempat bermain serta mainan," ujar Putri Diana dalam pidato kala itu.