Pada bait pertama Marshanda mengungkapkan cinta datang melimpah kepadanya. Ia juga melimpahkan cinta yang banyak. Walaupun sempat merasa kewalahan, semuanya bisa ditangani dengan sangat baik.
Lalu bait dua berisi ungkapan bila cinta datang mengalir kepadanya dan mencurahkan hatinya. Hal itu membuat ia menangis karena cinta terasa sangat indah tapi juga menyakitkan. Di bait ketiga dikatakan cinta menerangi dan terasa membakar. Cinta dapat membunuh segala sesuatu yang seharusnya dan bereinkarnasi menjadi malaikat. Perubahan itu membuat cinta menjadi merawatnya.
Pada bait keempat diungkapkan cinta adalah kebenaran, puisi yang ditulis di bawah aurora roh, dan perang di surga. Cinta terasa nikmat dan menggoda, namun terkadang cinta harus berhenti, membuat bertanya-tanya, dan hanya untuk diperhatikan. Tapi cinta adalah mahakarya yang bernafas tanpa batas waktu.
Terakhir Marshanda mengungkapkan cinta membuatnya kewalahan tapi membuat kehidupan bisa terasa begitu indah. Meskipun sudah berulang kali merasa sakit hati, tetap saja cinta menjadi alasan untuk bertahan.
(Helmi Ade Saputra)