"Walau tidak bisa langsung menyusu, bisa dibantu dengan cara oral therapy. ASI perah diberikan ke bayinya dengan ditempel ke mukosa mulut. Diteruskan, sampai bayi stabil, bisa digendong-gendong, baru bisa minum ASI langsung dari payudara," ucap Dokter Naomi ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (13/9/2019).
Dia menuturkan, agar bayi tetap lancar dapat ASI, seorang ibu harus rutin memerah. Literatur menyebutkan, ketika satu minggu pertama ibu rajin memerah ASI, akan menjadi modal keberhasilan menyusui.
Namun, ketika dalam seminggu pertama ASI hanya keluar sedikit, janganlah patah semangat. Karena wajar jika seorang ibu baru, tidak langsung bisa memproduksi ASI dalam jumlah banyak. Terutama kalau bayinya lahir prematur, pelan-pelan dilatih agar si kecil kenal ASI sampai bisa menyusui sendiri.
"Pertama kalinya empat jam setelah bayinya lahir, bisa perah ASI. Intinya pengosongan payudara, ASI diproduksi saat kosong. Pas itu, otak bilang ayo produksi ASI, jadi semakin sering kosong, ASI akan banyak produksinya. Jangan malah tidak dikeluarkan, karena produksinya akan terhambat," papar Dokter Naomi.