Sebab pola asuh yang dahulu orangtua terima sulit diterapkan pada anak-anak di era sekarang.
"Di era manufaktur orang memang harus patuh sesuai aturan, saklek. Sedangkan sekarang ini harus ada dorongan kreativitas. Anak tidak lagi harus mematuhi perkataan orangtua, sebab anak yang patuh tidak memiliki kreativitas," ujar Indra saat ditemui Okezone dalam dalam diskusi bertajuk “Sains Digital Dari dan Untuk Anak Indonesia” yang diselenggarakan oleh Kalbe, Jumat 6 September 2019 di Jakarta.
Menjadi anak yang tidak patuh bukan berarti anak harus melawan perintah orangtua atau membangkang. Tidak patuh di sini maksudnya adalah anak diharuskan berpikir kritis. Ketika orangtua melarang sesuatu, mereka tidak serta merta menurut melainkan berpikir alasan kenapa tidak diperbolehkan melakukan hal tersebut.
"Contoh, ketika anak mau main api, jangan bilang enggak boleh. Terangkan kepadanya kalau main api bisa menyebabkan panas apabila terkena tangan, biar mereka merasakan sendiri. Jadi anak terbiasa tidak dibatasi tapi belajar sebab akibat sehingga bisa mendorong kreativitas," jelas Indra.