Lanjut ke Generasi X (1960-1980), generasi yang lahir di era ini memiliki kecenderungan individualistic. Namun, mereka sangat mahir dalam hal teknologi dan memiliki karakter yang fleksibel. Mereka memiliki kualitas dalam pekerjaannya dan hidup secara seimbang.
Tak hanya itu, semakin bertambah mudanya generasi dalam kehidupan manusia. Minat membaca mereka pun menurun dengan drastis, ini merupakan ciri Generasi Y (1980-1995). Pasalnya generasi tersebut lebih memilih membaca menggunakan smartphone ketimbang membaca secara manual.
“Milenial wajib memiliki sosial media sebagai alat komunikasi dan sumber informasi. Beberapa dari mereka pun lebih memilih smartphone ketimbang televisi. Pasalnya sebagian dari mereka lebih gemar menggunakan internet dalam kehidupannya sehari-hari,” lanjut Herman.
Pada Generasi Z (1995-2010) masuk dalam kategori milenial. Mereka ingin suaranya didengarkan oleh orang di sekelilingnya dan sangat ingin dihargai. Mereka tidak ingin distereotipkan dan bersikap fleksibel serta mampu beradaptasi dengan budaya yang ada disekitarnya.
Pada siklus termuda yakni Generasi Alfa (2010-sekarang), mereka memiliki ciri khas tidak mau berbagi terhadap sesama. Mereka sangat aktif, tidak peduli dengan privasi, membebaskan diri dari batasan apapun hingga berujung pada pelanggaran dalam aturan.
(Dinno Baskoro)