Sempat melakukan percobaan bunuh diri
Untuk ukuran wanita Indonesia, Inri tidak memungkiri bahwa bentuk tubuhnya terbilang besar. Saat ini, berat badan wanita yang bekerja di Kementerian Kesehatan itu menyentuh angka 108 kg.
Namun, bukan berarti Inri tidak pernah mencoba menurunkan berat badannya. Sudah beberapa kali ia berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi agar bisa memiliki berat badan yang ideal.
"Puji Tuhan sudah turun 15 kg. Tapi dalam kondisi tertentu ada orang yang tubuhnya tetap seperti itu walaupun sudah diet mati-matian. Saya dari jaman dulu juga sudah coba diet dan berolahraga, tapi tetap saja ada yang ngatain saya gendut dan lain sebagainya. Sudah jadi makanan sehari-hari lah," kata Inri.
Kendati demikian, Inri tidak mengelak bahwa pada saat-saat tertentu, hinaan yang diterimanya secara tidak langsung mempengaruhi kesehatan mental.
"Kalau lagi down terus ada yang ngatain saya gajah, saya langsung down banget sampai mempertanyakan kepada Tuhan, 'Kenapa saya tidak seperti cewek pada umumnya?'. Apalagi di Indonesia itu cewek dinilai dari kecantikan fisik," timpal Inri.
Puncaknya, ia sempat melakukan percobaan bunuh diri hingga harus dilarikan ke rumah sakit oleh kedua orang tuanya. Kejadian tersebut berlangsung saat ia masih duduk di bangku SMA.
Masa-masa remaja, menurut Inri, sangat berperan penting dalam membentuk mental seseorang. Apalagi di masa inilah seseorang mulai mencari jati diri.
"Kesalahan saya dulu emang enggak suka curhat dan nulis diary juga enggak suka. Saya suka nyimpan sendiri, ujung-ujungnya depresi. Jaman saya dulu itu belum kayak sekarang, belum jamannya curhat-curhatan," beber Inri.