Wabah Demam Berdarah di Asia Tenggara, Aktivis Hewan Larang Masyarakat Bunuh Nyamuk

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Rabu 07 Agustus 2019 17:28 WIB
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Share :

Banyak negara di Asia Tenggara saat ini dalam keadaan siaga tinggi karena departemen kesehatan negara-negara di kawasan tersebut memperingatkan tentang wabah demam berdarah. Virus ini kabarnya menginfeksi ratusan ribu orang dan menyebabkan meningkatnya jumlah kematian.

Biro Epidemiologi di Departemen Pengendalian Penyakit Thailand merilis data yang melaporkan adanya kasus demam berdarah sebanyak 44.671 di negara tersebut dengan 62 kematian yang tercatat pada 9 Juli 2019.

Selain data dari Kamboja mengungkapkan 13.000 kasus orang yang terinfeksi demam berdarah dengan 24 kematian pada 24 Juni 2019. Sementara itu Malaysia mengalami peningkatan demam berdarah dua kali lipat dari tahun lalu yakni sebanyak 32.759.

Data organisasi kesehatan dunia menunjukkan 68.950 orang telah terinfeksi dan 102 orang meninggal dunia pada 13 Juli 2019. Jumlah kasus demam berdarah tumbuh secara eksponensial di seluruh negeri. Sekira 146 ribu kasus pasien demam berdarah telah tercatat pada akhir Juli.

Jumlah kasus meninggal karena virus tersebut tidak terungkap, namun WHO menyatakan sudah ada 456 kematian tercatat hingga 29 Juni 2019.

(Utami Evi Riyani)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya