Selain Risiko Kebakaran, Ini Bahaya Nyalakan Lilin saat Listrik Mati

Dewi Kania, Jurnalis
Senin 05 Agustus 2019 15:26 WIB
Bahaya asap dari lilin saat mati listrik di rumah (Foto : Besthealthmags)
Share :

Pemadaman listrik bergilir masih terjadi di kawasan Jabodetabek serta sebagian wilayah Jawa Barat. Sejak kemarin kegiatan masyarakat jadi terhambat ketika listrik mati, terutama di malam hari.

Tentunya di dalam rumah-rumah penduduk pada malam hari mulai menyalakan lilin. Rupanya menyalakan lilin saat listrik mati itu tak hanya menimbulkan risiko kebakaran, tetapi juga dapat menambah polutan buruk di dalam rumah lho, Okezoners!

Spesialis Paru dari RS Persahabatan Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) mengatakan, semua proses pembakaran di dalam ruangan, seperti lilin yang dilakukan orang-orang saat listrik mati dapat memproduksi particulate matter (PM) dan gas. Tentunya itu sangat berbahaya untuk kesehatan paru-paru seseorang.

"Menyalakan lilin, kompor, atau rokok di dalam ruangan dapat memproduksi gas CO, CO2 dan partikular meter yang halus keluar," ucap Dr Agus dalam Talkshow Seberapa Efektif Masker Melindungimu dari Bahaya Polusi Udara? oleh 3M Nexcare di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2019).

Dr Agus menjelaskan, partikel halus yang keluar dari hasil pembakaran lilin bisa sampai PM 2,5. Ketika terhirup terus-menerus oleh paru-paru, bisa mengganggu pernapasan.

Dampaknya, Anda bisa mengalami sesak napas, tenggorokan terganggu, bersin-bersin, sampai yang punya asma bisa kambuh mendadak. Risiko penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) juga akan muncul. Belum lagi dengan risiko faringitis, iritasi napas, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang juga bisa mengancam Anda.

Bahkan, berdasarkan studi di luar negeri, PM memicu karsinogenik, sehingga dapat timbul penyakit kanker dalam jangka panjang. Kemudian, PM tersebut masuk lewat saluran napas lanjut ke alveoli. Masuklah ke pembuluh darah masuk dengan proses oksidatif.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya