PASIEN stroke kebanyakan bermimpi bisa kembali berjalan atau setidaknya dapat menggerakkan tangannya kembali. Upaya itu sejatinya sulit dirasakan apabila Anda mengalami lumpuh total.
Ya, kondisi lumpuh tubuh karena stroke membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Akibat dari itu, beberapa pasien stroke bahkan depresi dan tidak bersemangat menjalani hidup. Padahal, ada upaya penyembuhan untuk masalah yang satu ini.
Pasca pengobatan untuk menstabilkan kondisi kesehatan tubuh, pasien stroke akan memasuki fase rehabilitasi. Dalam fase ini, pasien stroke diajak untuk bisa menjadi manusia seutuhnya kembali, di mana dia diajarkan lagi bagaimana cara berjalan atau memegang.
Proses ini biasanya sulit dilakukan jika tanpa terapis yang membantu. Nah, sekarang ini bahkan tidak hanya terapis, tetapi robot pun digunakan untuk memaksimalkan penyembuhan. Rehabilitasi pasien stroke dengan robot dijelaskan Dokter Spesialis Saraf dr. Sukono Djojoatmodjo, Sp.S, bahkan dianggap lebih efektif dibandingkan cara konvensional.
Alasannya adalah repitisi berulang dan konsistensi yang terjaga. Dua hal ini yang kemudian memaksimalkan proses aktifnya lagi tangan dan kaki pasien stroke atau yang disebut dengan neuroplastisitas.
"Jadi, dengan neuroplastisitas inilah sel saraf di otak beradaptasi dan menyesuaikan fungsinya sebagai respons terhadap situasi baru atau perubahan yang terjadi," terangnya pada Okezone, beberapa waktu lalu.
Dokter Sukono melanjutkan, dalam tahapan rehabilitasi robotik, terapis akan melihat terlebih dulu kondisi pasien stroke sebelum dia memulai terapi. Apa saja keluhan yang dialami, bagian tubuh mana saja yang lumpuh, pun bagian tubuh yang dirasa akan sangat cepat perkembangannya.