Tren hypebeast yang sedang digemari anak-anak muda bisa menyebabkan impulse buying (pembelian impulsif) dan bisa membuat kantong merana akibat brand-brandnya yang tergolong jutaan hingga miliaran itu. Untuk mencegah hal tersebut, Dewi Gita dan Armand Maulana memiliki cara yang berbeda dalam mendidik anaknya, Naja Dewi.
Dalam akun Instagram pribadinya @dewigita01, Dewi Gita menceritakan bagaimana dirinya dan Armand Maulana mendidik anaknya hingga Naja menjadi sosok yang sederhana. Dewi menjelaskan bahwa ia dan Armand Maulana tidak pernah memarahi dan melarang apapun kemauan anaknya.
Ia juga mengatakan bahwa Naja merupakan anak yang mengerti akan sulitnya mencari uang. Ketika ada hal-hal yang berdampak buruk, Dewi dan Armand pasti akan menjelaskan akibat dari hal tersebut secara detail. Hal tersebut ia lakukan karena menyadari bahwa anak adalah titipan dan amanah dari Sang Pencipta.
"Banyak yang bertanya, kenapa mbak kok anaknya kalem banget? bahkan dulu saat dia kecil orang-orang berpikir saya terlalu suka marahin anaknya. Akibatnya anaknya jadi pendiem banget cenderung enggak pernah minta mainan apapun sama ibu dan bapak nya karena takut. Saya jawab dengan senyum aja. Kalau boleh jujur saya dan Arman itu bisa dibilang enggak pernah marahin dan enggak bolehin apa-apa sama anak. Termasuk hal-hal negative pun kita benar-benar hanya menjelaskan dampak akibatnya, karena kita sadar anak itu sekadar titipan dan amanah dari Allah.
Ahamdulillahnya memang Naja sukanya mamrih, tahu bahwa bekerja cari uang itu enggak gampang dan dia memang suka dengan kesederhanaan, dimana temen-temennya sudah menjadi hypebeast diamah tetap saja yang dicari tas cangklong bekas karung beras, nih seperti yang dipake, tas buatan seniman Indonesia, Eko Nugroho, yang dia bangga-banggain sampai dia pakai ke Jepang. Kalau nanti tiba-tiba lihat Naja pake branded berarti itu pasti dipaksa mamahnya," tulis istri Armand Maulana tersebut pada keterangan caption.