Tekat Mardini untuk menyebarluaskan stop merokok membuatnya membentuk komunitas Generasi Sehat Tanpa Rokok melalui Bursa Inovasi Desa. Dan ternyata usahanya berhasil membuat orang berhenti merokok.
“Alhamdulilah sekarang berhasil dan sejak 2017 sampai sekarang sudah ada warga yang mendeklarasikan tidak merokok lebih dari 20 orang,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Mardini juga menegaskan tubuh manusia tidak membutuhkan rokok. Hal ini dibuktikan dengan dirinya yang bisa hidup normal tanpa merokok. Ia justru mendapatkan dirinya menjadi lebih sehat dan bisa memiliki usaha setelah berhenti merokok.
Keuntungan tidak merokok telah dirasakan Mardini dan keluarganya secara ekonomi. Ia menceritakan kalau istrinya sering menyisihkan uang perhari sejumlah pengeluaran Mardini untuk membeli rokok.
Ia mengaku setiap hari bisa menghabiskan 3 bungkus rokok, saat itu harga rokok yang sering dibelinya Rp 10 ribu perbungkus. Jadi total uang yang disisihkan oleh istrinya Rp3 0 ribu perhari. Setelah setahun, uang itu terkumpul banyak dan dibelikan bibit kelapa sawit dan karet.
“Alhamdulilah sekarang bibit itu telah menghasilkan uang, bisa nabung untuk anak saya untuk sekolah ke jenjang selanjutnya,” kata Mardini.
(Dyah Ratna Meta Novia)