Klarifikasi Rius Vernandes Menu di Kelas Bisnis Garuda Indonesia Pakai Tulisan Tangan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Senin 15 Juli 2019 08:34 WIB
Rius Vernandes klarifikasi soal menu di kelas bisnis Garuda pakai tulisan tangan (Foto : Rius Vernandes/Youtube)
Share :

"Buat kalian yang bilang gue maksa ambil catatan pramugarinya. Bisa dilihat dari cuplikan video tadi kalau gue enggak maksa, emang dikasih ke penumpang," timpalnya.

Pada video itu juga terdengar jelas pernyataan salah seorang pramugari yang mengonfirmasi bahwa menu card mereka memang masih dalam proses percetakan.

"Maaf untuk menu cardnya kita lagi dalam proses percetakan, jadi saya ada menuliskan. Maaf kalau jelek tulisannya pak," ucap pramugari itu.

Mengingat ia cukup sering melakukan perjalanan menggunakan business class maupun first class, Rius mengaku sedikit kecewa melihat hal tersebut. Ia bahkan sempat membandingkan dengan pengalamannya saat menumpangi sejumlah maskapai penerbangan internasional.

Namun, Rius menegaskan bahwa ia tidak pernah sekalipun menyalahkan hal itu kepada sang pramugari. Pendapat yang sama juga diungkapkan oleh tunangannya.

"Awalnya gue mikir gini, 'anjir business class kok gak ada menu card'. Tapi waktu cabin crewnya approach untuk menjelaskan, disitu gue merasa kehangatannya. Human touch tuh tetap lebih penting. Daripada lo punya menu tapi judes banget," kata Elwi.

"Tadi juga gue ngerasain, mbanya enggak enak gitu waktu menyampaikan, sampai dia bilang 'Maap pak tulisannya jelek'. Denger dia ngomong gitu guenya jadi yang engak enak," timpal Rius.

Lebih lanjut, Rius mengatakan, justru yang menjadi pahlawan dalam kasus ini adalah sang pramugari. Mereka justru bernisiatif membuat menu baru agar penumpang tidak kebingungan.

"Jadi pemikiran di awal itu wajar banget buat kalian yang pernah naik business class dengan harga puluhan juta. Pahlawan di sini adalah pramugarinya, mereka bikin kita enggak bisa marah, kesopanan dan kehangatan mereka bikin masalah itu bisa dimaklumi," tegas Rius.

Menariknya, kasus 'menu bertulis tangan' ini bukanlah permasalahn utama. Dalam penerbangan itu ternyata pihak maskapai kehabisan stok wine.

Rius dan Elwi bahkan hanya bisa menikmati 1 gelas champagne, white dan red wine sebelum dinyatakan habis total oleh awak kabin. Ini menjadi hal yang sangat krusial, mengingat wisatawan atau penumpang asal Aussie sangat suka dengan minuman beralkohol tersebut.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya