FOTO cahaya yang menyinari langit Sulu tengah viral minggu ini. Sinar cahaya tersebut belakangan diketahui merupakan fenomena alam yang umum terjadi dan terkenal dengan sebutan pilar cahaya.
Foto yang diunggah oleh Benjj Sulaiman dan Amarkhan Jidara di Facebook memperlihatkan pemandangan dan sudut pandang berbeda yang diambil oleh penduduk setempat selama fenomena pilar cahaya berlangsung.
Menurut penduduk setempat, itu adalah kedua kalinya fenomena alam di langit Suluk, Jolo, Filipina tahun ini.
Something pretty cool happened in the Philippines. I want to include it right here. An optical phenomena was sighted in Sulu last week. Vertical beams of light had shown up in the night sky and ignited some curious minds. So what the hell are these? Did ET finally phone home? pic.twitter.com/zhDUgqskqd
— Cami-san ð©ð»ððµð (@cughmille) July 7, 2019
Dilansir dalam situs resmi Filipino Times, Selasa (9/7/2019), meskipun pilar cahaya sangat mirip aurora, fenomena itu tidak ada kaitannya dengan cahaya utara atau yang dikenal dengan Aurora Borealis, yang disebabkan oleh partikel bermuatan listrik dari atom-atom yang ada di luar angkasa yang menarik atmosfer bagian atas bumi, sehingga menyebabkan timbulnya cahaya yang spektakuler.
Sebaliknya, pilar cahaya terjadi pada suhu dingin ketika kristal es terbentuk lebih rendah di atmosfer daripada biasanya.
Orang Suluk mengklaim bahwa mereka telah melihat pilar cahaya beberapa kali, muncul sekali bahkan dua kali dalam setahun.
Have you seen the pillars of light in Sulu?
It's probably just the Asgardian migrating to Earth in their space ship.#LightPillar #Sulu #Philippines #Statesman #Thor #Ragnarok #Marvel #MCU pic.twitter.com/8ihJ3DZ75T— Sebastian of House Calaguas ð¶ (@sebcalaguas) July 7, 2019
Pemandangan seperti pilar cahaya terkadang membuat bingung dan seringkali dikaitkan dengan makhluk luar angkasa. Orang Suluk menyebut cahaya itu dengan sebutan “Lansuk-lansuk” atau lilin.
Mereka percaya bahwa pilar cahaya adalah pertanda buruk. Tapi orang lain melihatnya sebagai tanda keburuntungan.
(Muhammad Saifullah )