Begini Perlakuan Suparyanto pada Buaya, seperti Anak Sendiri

Agregasi Solopos, Jurnalis
Senin 08 Juli 2019 14:58 WIB
Buaya salah satu satwa yang menakutkan (Foto: Pixabay)
Share :

Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo memiliki beragam jenis koleksi satwa. Berbagai jenis satwa dari yang jinak hingga buas seperti harimau, beruang, dan buaya.

Semua satwa tersebut memiliki pawang. Peran pawang atau keeper satwa sangat penting. Mereka menjadi sosok yang sering berinteraksi secara langsung dan bertanggung jawab merawat satwa. Mereka juga berkewajiban membersihkan kandang dan memberikan makanan kepada hewan yang dirawat.

 

 (Foto: Solopos)

Beberapa pawang terlihat membersihkan kandang hewan, Kamis (4/7/2019) sekitar pukul 09.00 WIB. Selain membersihkan kandang, mereka juga tampak sedang memandikan satwa yang dirawat di lembaga konservasi satwa terbesar di Solo tersebut.

Uniknya, tidak sekadar memberikan makan dan membersihkan, para pawang memiliki cara tersendiri untuk berinteraksi dengan satwa yang mereka urus di Jurug Solo Zoo. Seperti Suparyanto, 55, yang menjadi pawang buaya dan angsa. Dia memperlakukan satwa tersebut layaknya anaknya sendiri.

Hal itu terlihat ketika Suparyanto memberi makan angsa di danau Jurug Solo Zoo. Suparyanto memanggil para angsa menggunakan suara unik. Kawanan angsa yang sebelumnya berenang di tengah danau menepi menuju tempat Suparyanto berada.

Setelah memberi makan para angsa, Suparyanto melanjutkan aktivitasnya memandikan buaya muara. Buaya muara yang sudah berumur satu tahun tersebut digendongnya tanpa rasa takut.

Lucunya, ketika buaya tersebut mencoba memberontak, dia menegur buaya itu seperti seorang ayah menegur anaknya yang melawan. Ia memperlakukan buaya kecil itu dengan penuh kasih sayang.

Suparyanto mengatakan, untuk menjadi pawang harus memiliki keberanian untuk berinteraksi dengan para satwa tak terkecuali yang buas. Menurutnya, satwa tersebut bisa merasakan perlakuan manusia.

“Khusus buaya memang saya yang bertugas menjadi pawang. Rasa takut ada saat berada di luar kandang. Tapi setelah masuk kandang, rasa takut itu malah hilang," ujar Suparyanto.

Ia pada awalnya hanya berani mendekat dengan jarak lima meter saja. "Perlahan-lahan saya mendekati buaya itu, ternyata tidak apa-apa. Sekarang saya kalau membersihkan kandang buaya ya langsung turun bersih-bersih di dekat mereka,” bebernya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya