Kedua adalah, mempersiapkan berapa besaran dana yang disisihkan untuk dana pendidikan. Selanjutnya kata Indah, siapkan juga dana-dana darurat misalnya biaya asuransi, biaya untuk keluarga, dan dana tanggungan lainnya agar bila terjadi apa-apa dana pendidikan tetap aman.
"Kumpulkan dana daruratnya juga, asuransi dulu, baru dana pendidikan percuma kumpulkan dana pendidikan tapi lupa asuransi karena nanti kepakai, inilah yang biasa dilupain," beber Indah.
Setelah dana-dana untuk biaya lain tersebut sudah disisihkan, mulailah menabung untuk dana pendidikan anak minimal dua tahun sebelum anak sekolah, karena biasanya sebelum pendidikan dimulai didahului dengan proses administrasi.
Kemudian di dana pendidikan tersebut masukkan juga dana sosial karena saat sekolah biasanya ada biaya untuk studi tour, uang les, bahkan uang perayaan ulang tahun teman sekolah yang kerap menjadi biaya ‘kaget’ bagi orangtua.
"Kalau mau sekolah siapkan 2 tahun, karena ada inflasi pendidikan 15 persen tiap tahun naik biayanya. Ada sosial cost juga kan ada ulang tahun temen anak kita," kata Indah.
Indah juga menyarankan besaran dana yang disisihkan, dari awal sudah disepakati oleh pasangan suami dan istri, karena sudah tahu besaran pemasukan tadi pastikan besaran dana yang disisihkan konsisten.
Terlebih bagi orangtua memiliki keinginan untuk menyekolahkan anak di sekolah tertentu yang memiliki standar khusus persiapannya harus lebih ketat karena biayanya bisa terbilang mahal.
(Renny Sundayani)