Virus Friendzone Mengkhawatirkan Anak Milenial, Kenapa?

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Sabtu 06 Juli 2019 15:04 WIB
Anak milenial sering terjebak friendzone (Foto : Shutterstock)
Share :

2. Ada ketimpangan di dalamnya

Ketika Anda setuju dengan konsep friendzone, maka ada banyak hal yang harus dimengerti. Salah satunya adalah kesiapan menerima konsep, "Cuma dimanfaatin". Lalu, teman-teman Anda akan beranggapan, "perempuan jangan mau diginiin!".

Konsep ini tentu berdasar jenis kelamin. Ketika perempuan hanya dijadikan "teman" tapi seperti pacaran, perempuan yang dianggap sangat menderita. Padahal, ya, konsepnya sama saja. Laki-laki pun bisa merasa dicurangi.

3. Tak akan bisa serius

Dalam menjalin hubungan friendzone, maka yang akan Anda rasakan adalah ketidakpastian. Sekali pun keputusan untuk friendzone adalah kepastian yang bisa saja disepakati kedua belah pihak.

Tapi, bicara mengenai friendzone, maka Anda akan siap dengan status yang tidak jelas. Hubungan semacam ini tentu tak bisa mengarah pada hubungan yang lebih serius, kecuali status diganti menjadi serius.

Anda yang masih ingin menikmati kesenangan, maka konsep ini akan baik-baik saja, selama tidak ada hati yang terlibat di dalamnya. Namun, sekali lagi, kalau sampai akhirnya Anda baper, ya, itu jadi risiko yang mesti dihadapi.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya