Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Rahmadhani M.Bus menambahkan, pengunjung stand Aceh banyak memperoleh informasi perihal potensi wisata, event wisata, dan isu wisata halal Aceh.
Tim promosi terdiri dari duta wisata Aceh, pelaku industri pariwisata Aceh (Zalyan Travel), IKM Aceh (Tiwi Gadeng), dan tim seni Rumoh Budaya. Mereka berperan aktif dalam mempromosikan Aceh melalui penyebaran ragam informasi wisata. Seperti Paket Wisata Banda Aceh dan Sabang, Paket Wisata Dataran Tinggi Gayo, Paket Wisata Rafting Geumpang, Paket Wisata Wonderful Idul Adha, dll.
“Ada pula produk-produk IKM dalam bentuk souvenir seperti tas, kain, dan kerudung motif Aceh. Kemudian kopi Aceh, makanan siap saji seperti ikan keumamah," bebernya, diamini Kepala Seksi Analisa dan Pengembangan Segmen Pasar, Nurlaila Hamjah, MM.
Lebih jauh Rahmadhani mengatakan, GWBN 2019 juga menjadi momentum untuk mempromosikan ragam atraksi wisata yang akan digelar sepanjang bulan Juli 2019. Seperti Aceh Culinary Festival (Banda Aceh, 5-7 Juli), Kemah Wisata (Simeulue, 14-17 Juli), Pulo Aceh Bike Cross (Pulo Aceh, 20-21 Juli), Festival Pulau Banyak (Singkil, 22-27 Juli), dan Pesona Aceh Selatan (Tapaktuan, 27-28 Juli).
Sementara Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Rizki Handayani mengatakan, Aceh memang luar biasa. Banyak sekali destinasi wisata yang perlu dimaksimalkan agar lebih dikenal wisatawan. Terlebih sekarang juga dikenal sebagai wilayah pengembangan destinasi wisata halal.