Selain menampilkan sisi minimalis, tren Japandi ini juga mengedepankan soal fungsional. Yakni menerapkan konsep, fokus pada kebutuhan bukan keinginan.
“Konsepnya berdasarkan apa yang kita butuh, bukan yang kita inginkan. Lihat dulu, masih single belum berkeluarga atau sudah berkeluarga dengan anak," katanya.
"Contoh untuk family, cenderung pilih furnitur yang ujungnya tidak tajam. Space ruang seperlunya, sekarang orang makin jarang ada di rumah. Inilah kenapa enggak butuh dapur besar buat masak heboh, cuma butuh ruang seperlunya,” imbuh Dimas.
Sedangkan untuk warna, tema desain Japandi ini lebih banyak menggunakan perpaduan warna ala Skandinavia, di warna putih dan abu-abu. Kalau Jepang perpaduan warna cokelat. "Kalau warna-warni jadinya pusing, jadi tetap ada warna grey dan abu-abu, biar terlihat simpel,” tutup Dimas.
(Martin Bagya Kertiyasa)