Khususnya pada anak laki-laki kedua yang cenderung mendapat masalah di sekolah. Bahkan tak menutup kemungkinan di masa depan mereka terlibat tindak kriminal.
"Kami menganggap perbedaan perhatian orangtua turut berkontribusi dan terbilang potensial sehingga menimbulkan kesenjangan kenakalan dalam seluruh urutan kelahiran," tulis peneliti dalam sebuah laporan seperti yang Okezone kutip dari Marie Claire, Senin (24/6/2019).
Di sisi lain, Joseph mengatakan jika perbedaan karakter antara anak sulung dengan anak lainnya didasari oleh sosok panutan. Anak sulung memiliki panutan yang merupakan orang dewasa yaitu orangtua. Sedangkan anak kedua dan selanjutnya berpikir panutannya kurang rasional yaitu sang kakak yang usianya hanya beda beberapa tahun.
"Selain itu, investasi orangtua dalam hal pengasuhan bisa saja berbeda. Pengaruh urutan kelahiran mungkin berkontribusi terhadap perbedaan yang kita lihat di pasar tenaga kerja dan kenakalan. Sangat sulit untuk memisahkan kedua hal itu (urutan kelahiran dan sifat) karena terjadi pada saat yang bersamaan," tandas Joseph.
(Helmi Ade Saputra)