Sementara itu, He menyebutkan adanya kemungkinan kehamilan kedua hasil dari mutasi gen. Hal tersebut diungkapkannya melalui konferensi genom manusia di Hong Kong. Tapi hingga kini tidak ada kabar pembaruan karena China termasuk negara represif dan hukum yang ketat.
Adapula laporan He tengah menjadi tahanan rumah setelah pemerintah provinsi setempat melakukan penyelidikan. Dirinya dikatakan telah memalsukan surat peninjauan etis dan sengaja menghindari pengawasan.
Selain itu, dia diklaim telah mengumpulkan dana sendiri dan secara pribadi mengorganisir tim proyek, termasuk staf asing.
(Martin Bagya Kertiyasa)