Tren Baju Bekas Impor Dikalangan Milenial, Berbahaya Bagi Kesehatan?

Annisa Aprilia Nilam Sari, Jurnalis
Selasa 18 Juni 2019 21:45 WIB
Milenial belanja baju bekas impor (Foto: Zenski Magz)
Share :

Meski imbauan untuk tidak menggunakan pakaian bekas telah diumumkan oleh pemerintah, namun hal tersebut tidak mengurangi jumlah peminat pakaian bekas.

Sebelumnya, pemerintah telah mengeluarkan larangan mengenai baju bekas ini. Dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 51/M-Dag/Per/7/2015 Tahun 2015 tentang larangan impor pakaian bekas.

Disebutkan bahwa pakaian bekas asal impor berpotensi membahayakan kesehatan manusia sehingga tidak aman untuk dimanfaatkan dan digunakan oleh masyarakat. Berdasarkan pertimbangan tersebut dan untuk melindungi kepentingan konsumen, perlu adanya larangan impor pakaian bekas.

 

Penyakit kulit seperti, kudis dan jamur dapat ditularkan dengan mengenakan pakaian bekas yang tidak dicuci dengan baik.

Monik menambahkan, ia juga memiliki hobi yang sama yaitu senang mencari baju bermerek dan asli di pusat perbelanjaan di Depok. “Bukan cuma karena harganya yang murah, tetapi di sana saya bisa dapat barang-barang vintage dengan desain yang unik," terang Monik.

Monik mengaku pernah merasakan gatal-gatal akibat menggunakan baju bekas impor, namun hal tersebut dapat hilang setelah mandi. “ Biasanya setelah dibeli pakaiannya langsung dicuci bersih dan harus pakai air panas agar bakterinya hilang,” ujar Monik.

Meski sudah diketahui bahwa baju bekas berbahaya bagi kesehatan kulit, masih banyak anak-anak milenial yang tetap gemar berburu baju bekas impor. Selain memperhatikan kesehatan kulit, kita harus mempertimbangkan lagi sebelum membeli pakaian bekas impor.

(Dinno Baskoro)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya