Selain itu, terdapat beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengatasi separation anxiety selain melakukan terapi dan konsumsi obat-obatan.
Menunjukkan dukungan secara tenang adalah langkah yang cukup bagus. Dorong anak Anda untuk menjalani pengalaman baru. Misalnya, tinggal di kos atau apartemen sendiri. Berikan gambaran keuntungan yang bisa mereka dapatkan dan kembangkan rasa mandiri dan tanggung jawab mereka untuk mengelola perasaan cemas tersebut.
Melatih perpisahan pun dapat dilakukan agar anak Anda yang sudah memasuki usia remaja tersebut mampu mandiri. Misalnya, Anda bisa meninggalkan anak Anda selama beberapa hari untuk pergi berlibur atau melakukan dinas pekerjaan. Selama Anda pergi, katakan kepadanya bahwa Anda akan kembali namun mereka harus bersabar.
Menghargai usaha anak juga sangat berarti ketika mereka sedang menjalani perawatan. Contohnya, Anda bisa memberikan ‘sedikit hadiah’ ketika mereka berhasil mencapai target tertentu yang sudah Anda buat. Dengan begitu, kemungkinan besar mereka akan semakin bersemangat untuk memulihkan diri dari SAD.
Sebenarnya, kesabaran Anda dan niat dari anak Anda adalah kunci utama dari kesembuhan. Akan tetapi, pada beberapa kasus terkadang ada saja remaja yang harus ditangani oleh ahlinya untuk kembali ke jalan yang benar. Nah, ini dia beberapa gejala yang mungkin mengharuskan anak Anda untuk menemui ahlinya.
Separation anxiety yang terjadi pada remaja yang akan pergi merantau sebenarnya sangat umum. Akan tetapi, bila dibiarkan tentu bisa mempengaruhi pikiran mereka. Jika merasa khawatir dengan kondisi anak Anda, silahkan datangi ahlinya untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
(Martin Bagya Kertiyasa)